Arsip Kategori: Berita

CERDASKAN KADER POSYANDU, MAHASISWA KKN TIM I UNDIP 2020 ADAKAN PELATIHAN PENGUKURAN ANTROPOMETRI DAN SISTEM 5 MEJA POSYANDU

Foto Bersama Tim KKN bersama Kader Posyandu

Posyandu adalah kegiatan yang melibatkan partisipasi masyarakat berupa pemberdayaan masyarakat dalam upaya pelayanan kesehatan oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan oleh kader posyandu untuk memantau status gizi balita dengan kegiatan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, lingkar kepala dan lingkar lengan secara rutin setiap bulannya. Tujuan dari pengukuran antropometri adalah untuk mengetahui kondisi pertumbuhan dan gizi anak.

Pengukuran Antropometri

Pengukuran antropometri (berat badan, tinggi badan dan lingkar lengan) sebenarnya sangat mudah dilakukan namun perlu diperhatikan kualitas alat yang digunakan dan ketelitian kader dalam melakukan pengukuran. Hal ini yang menjadi dasar pelaksanaan salah satu program KKN Tim I Undip 2020 Desa Simpur, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam melakukan Pengukuran Antropometri dan Melaksanakan Sistem 5 Meja Posyandu. Kegiatan pelatihan pengukuran antropometri dan system 5 meja posyandu dimulai dengan pemaparan materi mengenai sistem 5 meja posyandu dan dilanjutkan dengan mendemonstrasikan pengukuran antropometri.

Pelatihan ini dilaksanakan di balai desa Simpur dan dihadiri sebanyak 12 kader yang mengikuti kegiatan dengan antusias. Sesuai hasil pre-post test, dapat dilihat adanya kenaikan tingkat pengetahuan kader mengenai sIstem 5 meja posyandu dan pengukuran antropometri.

Diskusi Bersama Kader Posyandu

Diharapkan  dengan adanya pelatihan ini dapat menambah pengetahuan dan keterampilan kader dalam melaksanakan perannya di posyandu.

Mahasiswa KKN Tim I Undip Ajak Masyarakat Desa Simpur Peduli Masalah Sampah dengan Gerakan SILISA

Mahasiswa KKN Undip berfoto bersama dengan perwakilan masyarakat Dusun Cengis

Sampah merupakan salah satu masalah lingkungan yang kompleks dan jika dibiarkan dapat memberikan dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan. Permasalahan mengenai pengelolaan sampah juga masih terjadi di Desa Simpur, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang. Belum adanya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di sekitar desa membuat masyarakat masih membuang sampah di sungai maupun saluran air. Hal tersebut memicu terjadinya sungai meluap saat hujan lebat serta menimbulkan beberapa penyakit seperti diare dan DBD.

Mahasisiwa KKN Undip memperagakan Pembuatan Pupuk Kompos dari Jerami Padi

Bermula dari permasalahan tersebut, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro yang dipelopori oleh I Gusti Agung Made Andika Wiratmaja, Ivan James Aritonang, Daranida Normandia Visina, Nabiila Nuri S, dan Nabilla Balqis Q membuat program Gerakan SILISA (Simpur Peduli Sampah) sebagai upaya pemberdayaan masyarakat untuk dapat mengelola sampah dengan baik.

Pelaksanaan program Gerakan SILISA di awali dengan edukasi mengenai pentingnya kesehatan lingkungan, perilaku hidup bersih dan sehat serta masalah sampah dan dampaknya bagi kesehatan yang dihadiri oleh perangkat desa serta Kelompok Tani Desa Simpur. Kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi bersama dalam pembuatan kompos dari jerami sisa hasil panen pertanian. Selain dua kegiatan tersebut juga dilakukan focus group discussion (FGD) bersama perangkat desa dan masyarakat guna mencari solusi alternatif penyelesaian masalah pengelolaan sampah di Desa Simpur sebagai realisasi dalam keberlanjutan program ini nantinya.

Pemaparan Community Action Plan terkait Pengelolaan Persampahan

Dengan program Gerakan SILISA, diharapkan masyarakat lebih peduli akan kesehatan lingkungan dan dapat mengelola sampah dengan baik sehingga nantinya program ini mampu membuat lingkungan Desa Simpur menjadi bersih dan sehat.

KERJA BAKTI MASAL PEMBUKAAN JALAN WISATA CURUG BARONG

Jumat (01/11), Masyarakat Desa Simpur Mengadakan Kegiatan Kerja bakti Masal Pembukaan Jalan Curug Barong Desa Simpur Kec. Belik Kab. Pemalang yang termasuk dalam upaya pemerintah Desa bersama masyarakat dalam peningkatan potensi wisata yang ada di Desa Simpur. Kegiatan tersebut dimulai pukul 07.30 WIB Yang di ikuti oleh setiap unsur masyarakat desa bersama Ketua RT, PKK, LPMD, KPMD, Pemerintah Desa, BPD dan Lembaga lain.


Kerja bakti berlangsung penuh semangat kegembiraan demi terwujdnya Curug Barong sebagai icon wisata Desa Simpur yang sangat indah dengan pesona air tejun yang memukau. Curug barong memiliki ketinggian sekitar 25-30 meter. Dengan ketinggian tersebut Curug Barong berpotensi memiliki wisata yang menguras adrenalin seperti fliying fox, panjat tebing atau mungkin paralayang. Selain itu lokasi curug ini seolah-olah seperti sedang membelah bukit menjadi dua , karena memang curug ini terletak di belahan dua buah bukit indah.
Jika kita berkunjung kesana maka kita akan disambut oleh suara gemercik dari aliran sungai yang berada di bawah air terjun, serta suasana asri dari bukit yang berada di kanan kiri tempat indah itu. Para pengunjung yang datang ke curug tersebut biasanya lebih menikmati bermain air di sungai dibawah aliran curug.
Selain Curug Barong masih banyak potensi wisata yang ada di Desa simpur seperti Curug Leat , Bumi Perkemahan, hutan pinus yang rimbun, membuat Desa Simpur sejuk dan Asri dan masih menyatu dengan alam.

Pembukaan Kembali Jalan Poros Daerah Desa Simpur

 

Pembukaan kembali Jalan Poros Daerah. Foto oleh Tarjono(Kaur Keuangan)
Pembukaan kembali Jalan Poros Daerah. Foto oleh Tarjono(Kaur Keuangan)

Sabtu (24/02), warga desa Simpur bergotong royong melakukan kegiatan kerja bakti pembukaan jalan poros kabupaten desa Simpur yang terletak di dusun Mrica rt04/rw02.

Kegiatan ini dilakukan dari pagi hari hingga petang hari dengan diikuti semua warga dari setiap dusun di desa Simpur baik pria maupun wanita. Kegiatan ini di dasari dengan instruksi kepala desa yang mengacu pada rencana pemulihan jalan di dusun cengis yang tertimpa bencana longsor dua pekan lalu. Longsor yang menimpa jalan di dusun cengis dua pekan lalu mengakibatkan terhambatnya mobilitas warga sehingga rencana pemulihan jalan pun segera dilakukan. Seperti yang disampaikan Kepala Desa Simpur di kantor kepala desa Simpur

“pemulihan jalan di desa cengis harus dilakukan secepatnya karena kerusakan yang terjadi menghambat mobilitas warga. Guna memperlancar kegiatan pemulihan tersebut dibutuhkan pembukaan jalan poros kabupaten yang ada di RT 04/ RW 02”.ujar Poniman sebagai Kepala Desa Simpur.

“Pembukaan jalan dilakukan dengan swadaya oleh semua warga di desa Simpur tidak terkecuali”. Imbuhnya.

Sebagai informasi jalan poros daerah yang ada di dusun Mrica rt04/rw02 tersebut merupakan jalan penghubung semua dusun di desa Simpur yang sudah lama terbengkalai.

Hujan Lebat yang Berakibat Longsor

Jalan di dusun Mrica yang anjlok sedalam -+ 30 cm
Jalan di dusun Mrica yang anjlok sedalam -+ 30 cm. Foto oleh Lili Suharsih ( Kadus Mrica)

Rabu (07/02), Desa Simpur kembali diguyur hujan lebat. Warga merasa khawatir adanya tanah longsor karena telah dua hari ini hujan lebat mengguyur Simpur. Kekhawatiran warga benar terjadi, Hujan yang terjadi malam ini mengakibatkan longsor di Desa Simpur.

Jalan poros yang terbelah di dusun cengis RT 12/ RW 01. Foto oleh Tarjuki ( Kadus Cengis)
Jalan poros yang terbelah di dusun cengis RT 12/ RW 01. Foto oleh Tarjuki ( Kadus Cengis)

Hujan terjadi sejak malam hingga pagi dini hari tadi mengakibatkan dua ruas jalan di Desa Simpur terbelah, yaitu jalan di dusun Mrica RT 04/ RW 02 dan juga jalan poros kabupaten di Desa Simpur RT 12/ RW 01. Longsor tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa namun mobilitas warga menjadi terhambat. Lili Suharsih selaku Kepala Dusun Mrica mengatakan bahwa longsor tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 WIB.

“Hujan tadi malam sangat lebat, air dengan debit yang tinggi itu menggerus jalan ruas di Dusun Mrica RT 04/ RW 02. Longsor itu terjadi sekitar jam 01.00 WIB. ” Ujar Lili Suharsih selaku Kepala Dusun Mrica.

Desa Simpur adalah medan pegunungan yang rawan bencana longsor. Dan pada bulan Pebruari yang telah memasuki musim hujan hal tersebut sangat menghawatirkan. Sebelumnya juga pernah terjadi longsor yang mengakibatkan patah nya jalan di Dusun Barong RT 07/RW 03 yang terjadi pada tahun 2015.

Pelatihan Peningkatan Kualitasa Admin Website Desa di Kecamatan Belik

Para peserta sedang mempraktikan cara penulisan berita di website Desa. Foto oleh Zainal (tim PUSPINDES)
Para peserta sedang mempraktikan cara penulisan berita di website Desa. Foto oleh Zainal (tim PUSPINDES)

Rabu (31/01), Desa Simpur yang diwakili oleh Abdul Rohman selaku admin Desa Simpur mengikuti kegiatan Pelatihan Optimalisasi Website Desa di ruang sekertariat PKK Kecamatan Belik. Pelatihan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan DINPERMASDES Kabupaten Pemalang beserta tim PUSPINDES.

Acara tersebut dimulai pada pukul 09.00 WIB, dengan pembukaan yang disampaikan oleh Sri Mulyati selaku Kasi PMD Kecamatan Belik dan dilanjutkan pengarahan oleh Indarto Selaku Kasi PID DINPERMASDES Kabupaten Pemalang. Selanjutnya masuk ke acara inti yang di isi oleh tim dari PUSPINDES sebagai mentor yang membawakan materi tentang Jurnalisme Warga atau yang biasa disebut Citizen Journalism. Pelatihan ini di agendakan untuk dihadiri oleh 6 (enam) desa namun yang hadir pada hari hanya 5 (lima) desa dengan absennya Desa Gunung Jaya. Adapun kelima desa yang hadir, yaitu:

  1. Desa Simpur
  2. Desa Gombong
  3. Desa Mendelem
  4. Desa Kalisaleh
  5. Desa Kuta

Indarto mengatakan bahwa program ini merupakan tindak lanjut atas instruksi dari Gubernur Jawa Tengah dan juga menjadi salah satu persyaratan untuk pencairan dana BKKD.

“Gubernur (Jawa Tengah) sudah menginstruksikan kepada seluruh Desa agar memiliki website dan aktif untuk mengelolanya.” ujar Indarto dari DINPERMASDES Kab. Pemalang.

“Selain itu keaktifan dalam mengelola sistem informasi Desa (website Desa) juga menjadi salah satu persyaratan pencairan dana BKKD di tahun 2018 ini.” imbuhnya.

Untuk diketahui bahwa program pelatihan optimalisasi website Desa ini sudah berlangsung 12 kali, dimana diselenggarakan pertama kali pada Senin, (15/01) di Kecamatan Pemalang. Program ini menyasar semua Desa yang belum aktif dalam mengelola website nya.

Di Kabupaten Pemalang sendiri setiap tahunnya juga diadakan lomba website Desa yang pada 2018 menginjak kali ke 3. Event tersebut diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi terhadap admin desa yang sudah aktif mengelola website Desanya dan aktif menyampaikan informasi kepada masyarakat.